Sejarah SMAKOS
SEJARAH
SMA KOSGORO Kuningan adalah sebuah perguruan swasta yang dibuka/didirikan pada saat daya tampung sekolah yang ada sangat terbatas untuk menunjang program pemerintah untuk memperluas kesempatan dan pemerataan pendidikan serta menyalurkan semangat pengabdiaan guru-guru SMA Negeri Kuningan.
SMA KOSGORO Kuningan yang merupakan SMA Swasta pertama di Kabupaten Kuningan pendiriannya dipersiapkan oleh sebuah panitia yang personilnya dari guru-guru SMA Negeri Kuningan.
- Unung Kuswanto, sebagai Ketua
- Drs. Hasan Sutardi, sebagai Wakil Ketua
- Tatang Satari, sebagai Sekertaris
- Utoro Kusen, sebagai Bendahara
Upacara pembukaan dilaksanakan pada
Hari/Tanggal : Senin, 21 Januari 1976
Tempat : Lapangan upacara SMA Negeri Kuningan
Peserta : Siswa angkatan pertama (90 orang)
Sejarah awal pendiriannya SMA KOSGORO Kuningan telah memposisikan diri sebagai sekolah swasta;
Terdepan dalam pembangunan dan pembaharuaan;
Pelopor dalam menegakan disiplin dan ahlak mulia;
Unggulan dalam bidang akademik dan non akademik.
Bagaimana perkembangannya?
Mari kita simak tulisan/berita pada “HARIAN MANDALA” sebuah surat kabar di Jawa Barat pada hari Rabu, 23 Januari 1985.
SEWINDU SMA KOSGORO KUNINGAN
Manfaatnya Sudah Memasyarakat
Kehadiran SMA Kosgoro Kuningan dalam dunia Pendidikan manfaatnya sudah dapat dirasakan oleh masyarakat dan memiliki prospek yang cerah dimasa datang. Hal itu terbukti dengan perkembangan SMA Kosgoro Kuningan dari tahun ke tahun, baik sarana Gedung Sekolah, jumlah murid dan perlengkapan lainnya, semakin meningkat.
SMAK Kuningan berdiri sejak Tahun Ajaran 1976, dengan izin Kepala Kanwil Dep.Dik.Bud.profinsi Jabar tgl. 15 Maret 1976 Nomor 057/Kpts/1976, dibawah naungan Yayasan Lembaga Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Indonesia (LEPPINDO) Jakarta Pusat, sesuai Akte Notaris Soelaiman Ardjasasmita No. 59 tgl. 12 Nopember 1973.
Sarana dan prasarana pada saat itu cukup prihatin, sejak Th. Ajaran 1976 s/d 1977 sementara meminjam alias numpang belajar di Gedung MI-PUI, dengan jumlah murid 90 orang dan sampai Th. 1978 masih juga pinjam gedung PGA dan sebagian ditampung di SD Lebak Kardin, dengan jumlah murid 418 orang termasuk kelas I, II, dan III.
Berkat perjuangan yang gigih, akhirnya pada pertengahan Th. 1979 SMAK berhasil membangun 6 lokal ruangan belajar, meski sebagian murid masih pinjam tempat belajar di PGA, ucap Kepala Sekolah SMAK Unung Kuswanto BA, yang Ketua PGRI Kab. Kuningan.
Menjelang akhir tahun 1979, berhasil dibangun 12 lokal kelas dan semua murid bisa menempati gedung sendiri. Berikutnya TH. 80-81 berhasil dibangun 2 lokal ruang tambahan yang sementara dipakai ruangan Laboratorium, ruang keterampilan, ruang Guru/Kepala Sekolah dan Staf TU. Menyusul TH. 1981 menambah 1 unit bangunan sebanyak 7 lokal, 6 ruang dipergunakan ruang belajar dan 1 lokal ruang kesenian.
Akhirnya Th. 1984 berhasil pula membangun 1 ruang Laboratorium, 1 ruang Kepala Sekolah dan 1 ruang Perpustakaan di Lantai II diatas ruangan guru dan Staf TU.
Penggunaan Ruang Laboratorium dan Ruang Perpustakan tsb. Diresmikan oleh Pengurus Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro, bertepatan dengan kegiatan Sewindu SMAK Tgl. 21 Januari 1985.
Disamping Sarana dan Prasarana yang memadai, dalam Pendaftaran Murid Baru (PMB) setiap tahun selalu kewalahan. Tahun Ajaran 84/85 tercatat kelas I 360 orang, Kelas II 449 orang dan Kelas III 382 orang. Sedangkan jumlah Alumni tercatat 1.219 orang, sejumlah siswa yang berprestasi telah menerima Bea Siswa dari pemerintah, bahkan 6 orang siswa lulusan SMAK diterima tanpa test di Institut Pertanian Bogor (IPB), ucap Unung Kuswanto BA, yang didampingi Ketua LEPPINDO Cabang Kuningan Tatang Satari. H BA.
Menyinggung Tenaga Guru dan Tata Usaha, pada Th. 1976 hanya 20 orang Guru dan seorang staf TU. Baru pada Th. 1984 mempunyai Guru 55 orang yang sebagian besar dari Guru SMTA Negeri, 3 orang diantaranya Guru tetap termasuk Kepala Sekolah sesuai SK Mendikbud Th. 1982 dan seorang guru dari Departemen Agama. Sedangkan tenaga Tata Usaha ditangani 9 orang termasuk Penjaga Sekolah.
Selama 8 tahun terakhir ini, SMAK sudah memiliki alat-alat Kesenian berupa, seperangkat Arumba, seperangkat peralatan Band dan seperangkat peralatan Drum Band. Menurut Unung Kuswanto BA, Drum Band SMA Kosgoro, merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Kuningan, karena disamping mengisi kegiatan Hari-Hari Besar Nasional, juga sering tampil diluar daerah.
Sejumlah Trophy kejuaraan dan Piagam Penghargaan, baik dibidang Kesenian maupun olah raga diraih oleh siswa, berkat prestasi gemilang dan pembinaan dari para Guru, yang dapat diandalkan.
Sementara Buku-Buku Pelajaran, sejak Th. 1978 SMA Kosgoro mendapat kiriman dari Pemerintah Pusat, guna memenuhi kebutuhan belajar dan sekaligus untuk melengkapi Perpustakaan Sekolah.
Pada kesempatan Sewindu SMA Kosgoro Kuningan, Kusno Sudjarwadi dan Yusuf Effendi, SH dari PPK-kosgoro yang berkenan hadir membuka resmi POR-SMA Kosgoro se-Jabar dan DKI Jakarta di Kuningan mengatakan, Tri Darma Kosgoro yakni, Pengabdian, Kerakyatan dan Solidaritas hendaknya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh warga Kosgoro terutama dalam masa pembangunan dewasa ini. Kosgoro lahir dari rakyat harus berusaha memerangi kemiskinan dan kebodohan melalui upaya pendidikan maupun Koperasi, ucapnya tegas.
Bupati Kuningan Drs. HM. Djupri Pringadi menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan, karena kehadiran SMA Kosgoro sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dibidang pendidikan.
Dalam kaitan ini eksistensi ini hendaknya lebih dimantapkan lagi, sesuai Tri Darma Kosgoro.
Akhirnya Bupati mengharapkan kepada pelajar SMA Kosgoro, agar terus meningkatkan ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan tidak saja dari lingkungan sekolah tapi juga dari luar sekolah, terutama ilmu yang bermanfaat guna diamalkan kepada masyarakat.
Kegiatan Sewindu SMAK ditandai, Lomba Marathon beregu intern SMAK diikuti oleh Putri dengan jarak tempuh 10 KM dan Putra jarak 20 KM.
Lomba Renang SMTP/SMTA, Lomba Baca Teks Proklamasi dan Mukadimah UUD 45, Pertandingan Bola Basket dan Bola Voli Putra-Putri se-Jabar dan DKI Jakarta serta Lomba Gerak Jalan/PBB Tingkat Taman Kanak-Kanak se Kab. Kuningan.
Upacara penutupan berlangsung di Gedung KGK, dihadiri PPK Kosgoro, Muspida, para undangan. DPD-Golkar, dan para siswa SMAK, dimeriahkan pagelaran seni, Tari Jaipongan, Tari Merak, Operette `Sang guru` Tari Kreasi Remaja, Band SMAK dan acara ramah tamah.
Dibaca : 1270 kali
|