|
Artikel
8 Maret 2010, 06:27:00 oleh admin
Kategori Kisah-Kisah Islami
Ulang Tahun Nabi ???
DISAMPAIKAN DALAM PERINGATAN
MAULID NABI MUHAMMAD SAW. 1429 H. DI SMA KOSGORO KUNINGAN
Oleh: Drs. UGIN LUGINA, M.Pd.
Iftitah
Ada perasaan tabu atau sepertinya “pamali”, bila menyatakan istilah seperti judul tulisan ini (Ulang Tahun Nabi ??? ).
Sebabnya secara jujur kita melihat umumnya praktek ulang tahun itu negatif, sehingga tidak rela untuk level nabi diulang tahunkan.
Namun kenyataannya justru setiap tahun dalam Bulan Rabiul Awal mayoritas umat Islam sangat semarak meng-ulang tahun-kan kelahiran nabi Muhammad SAW. Hanya istilahnya selalu memakai bahasa Arab, yakni: Maulid, Milad, Khaulan, atau “Ceuk urang Kuningan mah Muludan”, yang arti intinya sama yaitu untuk memperingati hari kelahiran.
Model kegiatan “muludan” itu bermacam-macam,
1. Model masyarakat Cirebon dengan kegiatan “panjang jimat” salah satu kegiatan keliru para pengunjung melakukan mandi kembang di beberapa sumur sekitar pemakaman Sunan Gunung Djati, dengan harapan dimudahkan urusan atau dapat lepas dari masalah. Kemudian di Jogyakarta “Sekatenan” masyarakat berkonsultasi dan manggil arwah leluhur/orang yang sudah mati tapi dipandang sakti. Hal ini sama dengan Hindu dan masyarakat tradisional yang keyakinannya Animisme/Dinamisme percaya kepada jimat, batu ali, keris, tempat-tempat keramat, perdukunan, dan beragam kemusyrikan lainnya.
2. Model muludan di perumahan, “bagi-bagi berekat ke tetangga” dengan “ngujuban dan meuleum menyan” sekaligus meminta-minta pada arwah leluhur, dll.
3. Model sikap alakadarnya, bagaimana sempatnya saja, atau malah terdapat juga yang tidak peduli dan acuh terhadap kegiatan agama.
1
4. Model muludan berbentuk syi’ar Islam dan membina umat, seperti ceramah atau tabligh akbar diwarnai pengembangan kreatifitas anak/remaja.
5. Model pribadi, yang bersikap bangga dan mensyukuri terhadap figur Muhammad SAW., ia berusaha untuk introsfeksi diri, menambah amalan ibadah dan berusaha agar hidupnya bermanfaat.
Dari 5 model di atas, termasuk nomor berapakah sikap dan posisi kita ? (Jelas harus ada di nomor 4 dan 5)
Maulid Nabi Muhammad SAW, tidak dimulai oleh keluarga nabi dan tidak merupakan perintah nabi. Sejarah dimulainya. oleh KH. Shalehudin Al Ayyubi ulama yang merasa prihatin, disaat melihat masyarakat banyak menyimpang atau bertolakbelakang dengan ajaran nabi.
Kemudian ia mengumpulkan masyarakat pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam bentuk silaturahim teriringi senandung shalawatan, marhabanan, debaan (sebagai alat untuk membuat suasana rilek). Dan tujuan intinya adalah untuk penanaman keyakinan kepada Nabi Muhammad Rasulullah, serta untuk mengembangkan ajaranNya dalam kehidupan sehari-hari.
Tindak Lanjut
Semangat Ulang Tahun/Maulid Nabi
Saat kita sedang serius bicara Islam, sepertinya kegiatan ulang tahun secara umum terkesan hura-hura, ria, mubadzir bahkan mungkin juga haram,serta tidak sedikit yang menyatakan sebagai kebiasaan orang Kristen (karena jenis acaranya yang disertai peniupan lilin dan sejumlah kebiasaan agama mereka). Namun di sisi lain mestinya heran, bila perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW. oleh sebagian masyarakat dilaksanakan dengan beragam kegiatan yang bertolak belakang dengan kemurnian aqidah Islam.
Namun demikian, bila ulang tahun atau maulid Nabi dilihat dari segi positifnya, ternyata tergantung kepada tujuan, niat dan cara pelaksanaannya.
2
Dalam sudut pandang Islam;
Pertama, ulang tahun/maulid Nabi dari segi tujuan/niatnya, sangat jelas dan mulia seperti yang menjadi gagasan KH. Shalehudin Al Ayyubi, yakni untuk bercermin kepada keluhuran ajaran Muhammad SAW.
Karena itu meluruskan kembali manfaat ulang tahun umumnya orang atau lembaga, yakni :
a. Sebagai kesempatan tasyakuran, seperti diwajibkan Allah dalam QS. Ibrahim ayat 7: “Barang siapa mensyukuri nikmat Allah maka akan ditambah nikmatnya, namun bila mengkufuri nikmat Allah, ingatlah adzab Allah sangat pedih”
b. Sebagai saat untuk instrosfeksi/evaluasi diri atas perjalanan hidup selama ini.
c. Sebagai arena silaturahim untuk mencari manfaat sosial
d. Sebagai peringatan berkurangnya waktu/umur yang kita miliki, untuk lebih waspada dalam mengisi hidup dengan program amal yang baik.
Kedua, dasar hukum Islam, ulang tahun/maulid adalah jaiz, mubah. Yaitu sesuatu yang posisinya netral, bergantung kepada cara pelaksanaannya..
a. ulang tahun/maulid bisa haram bila bertolak belakang dengan ajaran Islam (seperti hura-hura/mubadzir, maksiat, disertai minuman alkohol, riya dll.) .
b. ulang tahun/maulid bisa sunah, bila disertai dengan upaya berprilaku sosial seperti kebiasaan nabi.
c. ulang tahun/maulid bisa wajib, bila bermuatan dakwah atau membuat orang lain sadar untuk baik, beriman dan bertakwa kepada Allah.
d. ulang tahun/maulid bisa makruh, bila merugikan atau membuat sinis pihak lain.
Jadi berkenaan dengan ulang tahun yang dilakukan umumnya orang, silahkan amati;
- Apakah hura-hura ?
- Apakah maksiat atau mabuk-mabukan ?
- Apakah ria atau pamer ?
- Apakah pertemuan yang memberi manfaat atau malah mubadzir ?
- Atau jelas-jelas berperilaku seperti orang Nasrani /Katholik atau Yahudi ?
Maka bila kesimpulannya negatif, apakah tidak ada model lain untuk mensyukuri hari kelahiran yang memberi manfaat untuk diri sendiri dan orang lain ?… Atau karena berat menghapus kebiasaan ber-ulang tahun, bisakah kita mewarnai perayaan ulang tahun modelnya jadi positif, manfaat, maslahat, dan Islami ?
Ini PR serius seusai kita ber-maulid nabi di tahun ini… untuk membuktikan sikap jelas sebagai orang Islam dalam hidup sehari-hari.
Kemudian, paling tidak ada beberapa renungan kita sebagai muslim dengan sisa usia yang ada dan teringatkan oleh semangat perjuangan rasul, khususnya berkenaan dengan kehidupan dan tantangan sekarang:
1. Tepat untuk segera meningkatkan iman dan takwa kepada Allah dengan giat shalat dan tidak meninggalkan Al Qur’an juga memakmurkan masjid.
2. Suasana kehidupan menggiring masyarakat melampiaskan kesenangan yang bersifat sementara, cinta materi, barang-barang mewah, urusan karir dsb. Maka dibalik itu sangat perlu untuk menyirami jiwa yang kering dengan cahaya Islam, serta menghiasi rumah dengan alunan Al Qur’an menuju hidup bahagia lahir batin.
3. Beragam tayangan TV sangat tidak mendidik bagi putra-putri kita, dengan model acara yang menyesatkan perilaku. Sehingga perlu bimbingan orang tua, agar anak giat belajar dan mantap beragama.
4. Kalangan generasi muda yang banyak beridola pada selebriti, budaya “gaul” yang keliru. Maka melalui semangat Maulid Nabi ini tepat untuk berjuang mengikuti suri tauladan Rasulullah dan menguatkan agama sebagai kunci sukses hidup.
4
Agar waspada untuk bergaul secara Islami, hingga dapat melangsungkan proses pernikahan secara terhormat untuk kemaslahatan hidup.
5. Beragam kemungkaran, dan perjudian termasuk judi togel perbuatan haram yang menyesatkan umat, kita cegah untuk tidak terjadi di lingkungan kita.
Catatan Penting
dari Lahirnya Muhammad SAW.
1. Kehadiran Nabi Muhammad SAW. dalam skenario Allah SWT.
Sebagai Rasul terakhir, tauladan hidup Pembawa rahmat untuk seluruh alam(rohmatan lil alamin)
2. Tiga golongan manusia yang bereaksi atas dakwah Nabi Muhammad SAW.:
a. Kaum mukminin, yang mengimani, taat terhadap Islam, tokohnya Abu Bakar as-Shiddiqi.
b. Kaum kafirin, yang menolak Islam, tokohnya Abu Lahab.
c. Kaum munafiqin, yang tidak menerima, namun berpura-pura Islam, tidak menolak terang-terangan. Tokoh ekstrimnya Abdullah bin Ubay, tokoh moderatnya Abu Thalib
Tiga golongan di atas berdampak sampai sekarang dan mungkin sampai akhir zaman. Termasuk golongan manakah kita ? (smoga ada di nomor 1)
3. Di antara makna Peringatan Maulid Nabi, adalah untuk menumbuhkan sikap sadar, bahwa insan lahir ke muka bumi ini membawa tugas ibadah yang harus dipertanggungjawabkan (hidup bukan untuk melampiaskan nafsu). Juga berlomba untu mentauladani Rasul Allah, dengan pribadi yang berakhlak terpuji.
Selamat melanjutkan perjuangan Rasul…,
Dibaca : 259 kali, Di Print : 2 kali, Di Kirim : 0 kali, Tampilkan Komentar [0], Beri Komentar
Kirim Ke Teman
Cetak
Artikel yang Lain
Tatapan Cinta
Ibunda, Kenapa Engkau Menangis
Apa yang Kita Harapkan Ketika Orang Tua Meninggal Dunia
Ayah....Maafkan aku...
Aku Sangat Mencintai Ibu
HADIAH CINTA
KEHANCURAN BUMI TAHUN 2053? (TUBRUKAN DENGAN PLANET)
Ibu Dekat di Mata, Dekat di Hati dengan Si Buah Hati
Menembus SPMB dengan Jurus 3K
Semangkuk Bakmi
|